Logo Design by FlamingText.com

Rabu, 24 Juli 2019

INISEDAPBOKEP - ♥ KIOSCASINO ♥ AKU NGENTOT JANDA CANTIK GARA - GARA TERGODA ISI DALAMEN G-STRING


INISEDAPBOKEP - ♥ KIOSCASINO ♥ Awal pertemuan ku dengan mbak mia waktu saya teratur antar jemput ponaan TK. Mbak mia yaitu salah seseorang orangtua murid di TK itu, kebetulan anak nya serta keponaan ku rekan sekelas. Perkenalkan, nama ku Alfa, barusan usai kuliah di kampus negeri di Medan, pada saat menanti panggilan pekerjaan, saya ditugaskan kakak ku untuk antar jemput anak nya sekolah.

Jalinan ku dengan mbak mia berlangsung intens . Gambaran ku perihal mbak mia, kulitnya putih mulus, tinggi 165 cm, tubuhnya imut2, rambutnya sebahu dicat warna manggis, dada nya tak terlampau besar, cuma segenggam saja rasa ku, namun sangat bulat, memiliki bentuk sangatlah indah, pantat nya juga bulat.

Perjumpaan pertama ku dengan mbak mia saat acara memberi warna yang diselenggarakan sekolah dengan salah satu mall. Acara dikerjakan sepulang sekolah, waktu itu keponaan ku maksa supaya amel anaknya mbak mia turut berbarengan kami, pada akhirnya keinginan mereka ku iyakan. Tetapi terlihat muka sungkan mbak mia.




Mbak mia : aduh, dek. Bagaimana? Ngga ngerepotin kan jika kami numpang sama adek.
Saya : ya gpp sih buk. Kan sekalian, lagian anaka2 juga kelak diperjalanan dapat main.
Mbak mia : duh, makasi lo.
Saya : yaudah, kita pergi saat ini? Kita naik mobil saya saja ya, mobil ibuk sini saya parkirin di halaman sekolah.
Mbak mia : oke! Segera mbak mia menyodorkan kunci mobil nya.

Mobil honda brio hitam punya mbak mia sangatlah enak harumnya, kuperhatikan seisi mobil, sangatlah rapi. Ada hal menarik kudapati dari isi mobil mbak mia, di jok belakang kutemukan G-string merah maroon yang sangatlah seksi komplit dengan stempel harga. Pikir hati ku mungkin saja terjatuh dari belanjaan mbak mia. Sesudah kuparkirkan, saya keluar serta kami pergi.

Perjalanan ke acara memberi warna memanglah tdk demikian jauh, cuma saja macet nya jalanan bikin perjalanan jadi sangatlah lama. Disela2 kemacetan itu, kuamati gerakan badan mbak mia yang duduk percis disamping ku. Dengan stelan lejin hitam ketat dipadukan dengan kaos ketat serta cardigen, mbak mia tampak sangatlah seksi.



Tiba2 saya terperanjat, mbak mia membuyarkan lamunan ku.
Mbak mia : hey, uda lampu hijau tuh. Ngelamun saja.! Sembari dia senyum. Ngelamunin apa sih?
Saya : ah, nga buk, nga ngelamunin apa2, hanya menghayati lagu diradio ini saja.
Mbak mia : ohhh. Eh, btw nama anda siapa, kita uda selama ini perjalanan masih tetap saja belum kenalan.

Saya : nama saya alfa buk, bila ibu?
Mbak mia : saya mia, panggil saja mia atau mbak mia. Stop panggil saya ibu, apa saya se ibu-ibu itu yah?
Saya : eh, ia deh mbak. Nga kok, mbak masih tampak muda, masi keliatan ketat lagi.
Mbak mia : KETAT? Ketat apanya? Sembari mbak mia mencermati tubuhya.
Duh, keceplosan nih. Ingin ngeles apa nih. Apa jujur saja?

Saya : anu mbak, itu yg ketat. Sembari saya nunjuk kesembarang tempat. Sembari mata konsentrasi kedepan.
Mbak mia : oh, ini toh yg ketat!
Tiba2 saya ngecek posisi tangan ku, nyatanya percis didepan dada mbak mia. Aduh, malu besar.
Saya : sorry lo mbak, bukannya nga sopan, hanya saya sembarang nunjuk saja, nga ada kemauan nunjuk itu nya mbak.
Mbak mia : heeehhe, gpp lagi, mbak juga senang bgt sama bentuk dada mbak, masi terus kenceng. Sembari dia tersenyum manis.
Anak2 tidak menghiraukan kami, mereka berdua repot main game di ipad ku.


Sesampainya di mall, anaka2 segera kami antar kan ke tempat anak2 yang lain ngumpul. Terlihat sudah disiapkan paket makanan mekdi untuk anak2 peserta serta anak2 yang pasti sudah dikordinir gurunya. Lantaran uda tengah hari perut juga mulai lapar. Tiba2 mbak mia ngajak makan. Kami juga kerestoran seafod dilantai 3. Selama perjalanan mbak mia jalannya mepet ke tubuh ku. Ku singkap tangan ku kedepan hingga pinggul kami melekat. Dalam hati mbak mia ini tunjukkan tanda.

Selama makan kami banyak cerita, perihal kuliah ku, status LDR ku sama pacar yang masih tetap kuliah di jawa.
Saya : ayah nya amel nga pernah jemput mbak, kerja di mana?

Mbak mia : mbak uda satu tahun menjanda, cerai lantaran banyak pertikaian. Sembari mbak mia melepas cardingannya lantaran lumayan gerah lantaran restorannya padat serta dampak makan pedas. Serta nyatanya mbak mia cuma gunakan pakaian yukensi. Waw!! Saat itu juga lgsg saya horni simak mbak mia, bayangan BH hitaam mbak mia bikin ku sangatlah terangsang. Pembicaraan kembali ku teruskan.


Saya : bermakna mbak mia single parent dong ya satu tahun ini. Trus G-String nya buat apa mbak. Aduh, kembali saya keceplosan.
Mbak mia : G-string? Kok? Mbak mia bingung.
Saya : aduh mbak, tadi saya simak ada G-string di mobil mbak. Maaf mbak, saya keceplosan.
Mbak mia : yauda lho, gpp. Ia, mbak seneng bgt pakai g-string. Terkadang siap mandi malam mbak berniat pakai, trus selfie didepan kaca. Narsis2an pakai g-string. Saat ini juga pakai g-string.

Mendengar cerita mbak mia, burung ku hanya dapat ngaceng sekeras2 nya.
Mbak mia : emg pacar mu ngga mempunyai gituan?
Duh, petanyaan mbak mia menjebak.
Saya : ada sih mbak, tempo hari pernah dia liatin dikit saat dia make.


Mbak mia : dikit doang? Pelit sangat pacar anda ngasi dikit doang.
Saya : hehe, ia sih. Maka dari itu saat ini masih membayang2kan.
Mbak mia : duh kasian, kelak jika ada saat mbak liatin deh mempunyai mbak. Mbak mia merayu.

Saat itu juga seperti disambar petir mendengar perkataan mbak mia. Kemudian acara usai, mbak mia serta amel kuantar ke sekolah untuk mengambil mobil. Saat sebelum berpisah mbak mia mintak tukeran pin. Segera ku accept.

Malamnya saat sebelum tidur, ponsel ku bunyi, pesan dari mbak mia, sungguh terperanjat saya mbak mia kirim photo nungging dengan gstring ungu. Berapakah detik lalu, di kirim photo pusar nya dengan tali gstring serta jembut tidak tebal. Kemudian bertubi2 mbak mia kirim photo syurnya. Nafsu ku uda dipuncak, kupelorotkan celana ku, ku kocok burungku dengan sangatlah lembut.

Desahan ku, kurekam kukirim ke mbak mia serta waktu puncaknya peju yg meleleh di burung ku, ku photo serta kukirim sama mbak mia. Mbak mia membalas dengan kirim voice note, dengan suara mendesah mbak mia ngomong ” alfa, besok sesudah antar sekolah, kita ngentot ya sayang, mbak uda hilang ingatan malam ini kamu bikin, pepek mbak uda denyut. Anda mesti tanggung jawab.


Besok paginya, saat sebelum pergi berniat saya mandi bersih serta harum. Kuantar keponaan ku, setelah itu segera ku buntuti mbak mia yang telah jalan didepan. Rumah mbak mia yang lumayan besar dengan garasi yang dapat menyimpan dua mobil segera ditutupnya rapat. Burung ku uda sangatlah kuat menahan gairah bercinta dengan mbak mia. Turun dari mobil, mbak mia segera hampiri ku, dipeluknya segera badan ku, tangannya segera dielus2 keseluruh badan ku.


Disingkapnya kaos ku, saya yang cuma memakai boxer segera ditelanjangi nya. Diemut emutnya bibir ku hingga ke lidah. Eummmh, alfa, sayaaaaang,, huwhhh, desah mbak mia. Tangan ku dengan sigap buka daster nya, nyatanya mbak mia tak menggunakan dalaman apa pun. Dada nya menggantung sangatlah indah, puting cokelat mudanya tegang menantang untuk dihisap. Ku hisap puting mbak mia, sembari mengelinjak tangan nya main diburung ku. Di kocoknya, enak sekali terasa.

Mbak mia : faa, masukin.. Mbak uda ingin dientoti sama alfaaa.. Cepat sayang, emuuah.
Ku angkat mbak mia keatas kap depan mobil ku. Kulentangkan dia, bulu kemaluannya yg tidak terlampau lebat mencuat kepermukaan, ku jilati klitoris mbak mia, kusedot hingga dia menjerit nikmat.

Mbak mia : faaa, enak syang, terusin. Sedot sayang. Eummhhh, ahhhhh… Sayang. Sembari ditekan2 nya kepala ku di antara memeknya.

Tidak Tahan lagi, burung ku juga ku gesek2kan ke memek mbak mia, muka mbak mia memerah, nafasnya tersekal, tidak teratur. Hingga pada akhirnya kumasukkan kepala burung ku, kumain2kan disetengah dalam memek mbak mia.

Mbak mia : masukin sayang, masukin seluruhnya.. Ahgggghhh. Mbak uda ingin dientotin sama kamu, mbak uda lama nggak merasakan ini. Mari sayang. Mbak mia memelas manja, sembari pinggul ku ditarik2nya agar burung ku amblas kedalam. Tetapi mbak mia kubiarkan rasakan kegatalan ini.


Hingga selanjutnya ku amblaskan seluruhnya burung ku kedalam memek nya, kuhentak hingga mbak mia menjerit. Oucccchhhh sayang, enakkkk. Enak sayang.. Uuuuuwhh, uwwwwh sayang. Ku enjot mbak mia tampa ampun, dengan sangatlah brutal ku entoti mbak mia.. Suaranya terputus2, tak tahu apa yang disampaikannya, tetapi mbak mia sangatlah menikmatinya, tangannya mendekap punggung ku, merasa kuku-kukunya dikulit ku.

Mbak mia : lagi sayang, yg kencang sayang, buat mbak terangsang sayang, buat mbak mucrat dahsyat sayang. Ouchhh, ugghhhh. Uhhhhhh. Enak alfaaaa, anda benar2 kuat faaaa. Uhhhh. Kepala burung ku merasa mendenyut, kelihatannya akan meletus.


Saya : mbak, ditembak di mana, saya ingin keluar nih, mbak…. Mmmhhhh, ahhh. Sembari ku pompa selalu memek mbak mia.
Mbak mia : di dalam saja sayang, kita samaaaaa, mbak juga uda tidak tahan, ingin keluarrrrr. Occccchhhh.
Tubuh mbak mia menegang, cengkramannya makin kencang.
Mbak mia : faaaa, mbak nga kuat, kita keluarin ya sayangg ku, uuhhhhhgggg, ahhhhh.. awhhhhhh..
Saya : ia mbak. Kusemprotkan mani ku di dalam memek mbak mia, merasa hangat. Mbak mia terkulai lemas sinyal senang.










Kulihat jam didinding memberikan jam 10 pagi, TK pasti belum pulang. Tanpa ada bertanya segera ku angkat mbak mia kedalam rumah.

Saya : mbak, saya ingin mbak yang di atas, saya ingin WOT.
Mbak mia : ia sayang, kita main didepan tivi saja ya. dengan posisi burung ku yang masi menancap di memek mbak mia, kuangkat dia dengan sangatlah gampang. Kusandarkan tubuh ku disofa depan tivi. Ouh…. Mbak mia menjerit kecil. Sayang, waktu nya mbak yang puasin anda ya. Pinggul mbak mia mulai menggoyang kedepan kebelakang. buah dadanya yang gantung2 sangatlah menggairahkan. Ku remas buah dadanya.

Goyangan mbak mia sangatlah luar umum, yang buat horni berat itu, ekspresi mbak mia yang memejamkan mata nya, sembari bibir bawahnya digigit-gigit kecil. Sunggu menggairahkan. Pada akhirnya sesudah 30 menit ngesex ronde ke-2, kami juga klimaks lagi. Mbak mia menjatuhkan seluruhnya tubuhnya di atas tubuh ku. Sembari ku ciumi berwajah, kubisikkan kata2 nakal. Kemudian kami mandi berbarengan, di dalam kamar mandi juga kami lakukan blowjob.

Hingga sekarang ini, saya masi selalu terkait dengan mbak mia. Kami teratur lakukan jalinan seks, sangatlah bebas. Serta kuakui saya tergila2 dengan memek mbak mia...






DAPATKAN BONUS REFERRAL
* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI
* CASINO 338a 1%
* ASIA855 0,8%
* DREAM GAMING CASINO 0,8% (NEW)

PROMO NEW MAXBET, ROLLINGAN LIVE CASINO 1%
Berlaku Untuk Permainan Live Casino Maxbet, GOLD DELUXE dan ALLBET
BONUS SPORTSBOOK
* 0.25% Komisi Rollingan Otomatis Langsung Masuk

Link Alternatif : 

Hubungi Kami : 

FACEBOOK : KiosCasino
LINE : kioscasino
WECHAT : kioscasino
BBM : D605C56A
WHATSAPP : +855 893 55 129

Download Livechat APK KiosCasino :

Android LiveChat KiosCasino : http://bit.ly/livechatkioscasino

Iphone LiveChat KiosCasino : 
http://bit.ly/inipark

Hubungi Kontak Kami :

Senin, 22 Juli 2019

INISEDAPBOKEP - ♥ POKER757 ♥ EFI GADIS CANTIK YANG MASIH PERAWAN


INISEDAPBOKEP - ♥ POKER757 ♥ Saya dibesarkan didalam keluarga yang sangat taat dalam agama. Saya sebelumnya belum pernah terekspos terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Pengetahuan saya mengenai hal-hal persetubuhan hanyalah sebatas apa yang saya baca didalam cerita-cerita dewasa ketikan yang beredar di sekolah ketika saya duduk di bangku SMP.

Pada masa itu belum banyak kesempatan bagi anak lelaki seperti saya walaupun melihat tubuh wanita bugil sekalipun. Anak-anak lelaki masa ini mungkin susah membayangkan bahwa anak seperti saya cukup melihat gambar-gambar porno punya kakak saya seperti Lana Lobell, dimana terdapat gambar-gambar bintang film seperti Ginger Roberts, Jayne Mansfield, yang memperagakan pakaian dalam, ini saja sudah cukup membuat kita terangsang dan melakukan masturbasi beberapa kali.


Bisalah dibayangkan bagaimana menggebu-gebunya gairah dan nafsu saya ketika diberi kesempatan untuk secara nyata bukan saja hanya bisa melihat tubuh bugil wanita seperti Ayu, tetapi bisa mengalami kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, tanpa memperdulikan apakah wanita itu jauh lebih tua. Dengan hanya memandang tubuh Ayu yang begitu mulus dan putih saja sudah cukup sebetulnya untuk menjadi bahan imajinasi saya untuk bermasturbasi, apalagi dengan secara nyata-nyata bisa merasakan hangatnya dan mulusnya tubuhnya.


Apalagi betul-betul melihat kemaluannya yang mulus tanpa jembut. Bisa mencium dan mengendus bau kemaluannya yang begitu menggairahkan yang kadang-kadang masih berbau sedikit amis kencing perempuan dan yang paling hebat lagi buat saya adalah bisanya saya menjilat dan mengemut kemaluannya dan kelentitnya yang seharusnyalah masih merupakan buah larangan yang penuh rahasia buat saya.

Mungkin pengalaman dini inilah yang membuat saya menjadi sangat menikmati apa yang disebut cunnilingus, atau mempermainkan kemaluan wanita dengan mulut. Sampai sekarangpun saya sangat menikmati mempermainkan kemaluan wanita, mulai dari memandang, lalu mencium aroma khasnya, lalu mempermainkan dan menggigit bibir luarnya (labia majora), lalu melumati bagian dalamnya dengan lidah saya, lalu mengemut clitorisnya sampai si wanita minta-minta ampun kewalahan. Yang terakhir barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya yang sudah banjir.

Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka kami menjadi semakin berani dan Ayu dengan bebasnya akan datang kerumah saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu. Apabila dia datang, dia akan langsung masuk kedalam kamar tidur saya, dan tidak lama kemudian sayapun segera menyusul.

Biasanya dia selalu mengenakan daster yang longgar yang bisa ditanggalkan dengan sangat gampang, hanya tarik saja keatas melalui kepalanya, dan biasanya dia duduk dipinggiran tempat tidur saya. Saya biasanya langsung menerkam payudaranya yang sudah agak kendor tetapi sangat bersih dan mulus. Pentilnya dilingkari bundaran yang kemerah-merahan dan pentilnya sendiri agak besar menurut penilaian saya. Ayu sangat suka apabila saya mengemut pentil susunya yang menjadi tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera menjadi becek apabila saya sudah mulai ngenyot-ngenyot pentilnya.





Mungkin saking tegangnya saya didalam melakukan sesuatu yang terlarang, pada permulaannya kami mulai bersanggama, saya sangat cepat sekali mencapai klimaks. Untunglah Ayu selalu menyuruh saya untuk menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kemaluannya lebih dulu sehingga biasanya dia sudah orgasme duluan sampai dua atau tiga kali sebelum saya memasukkan penis saya kedalam liang peranakannya, dan setelah saya pompa hanya beberapa kali saja maka saya seringkali langsung menyemprotkan mani saya kedalam vaginanya. Barulah untuk ronde kedua saya bisa menahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Ayu bisa menyusul dengan orgasmenya sehingga saya bisa merasakan empot-empotan vaginanya yang seakan-akan menyedot penis saya lebih dalam kedalam sorga dunia.

Ayu juga sangat doyan mengemut-ngemut penis saya yang masih belum bertumbuh secara maksimum. Saya tidak disunat dan Ayu sangat sering menggoda saya dengan menertawakan “kulup” saya, dan setelah beberapa minggu Ayu kemudian berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga topi baja saya bisa muncul seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit, lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya merasa begitu kegelian dan kadang-kadang sampai saya tidak kuat menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke hidung dan matanya.


Kadang-kadang Ayu juga minta “main” walaupun dia sedang mens. Walaupun dia berusaha mencuci vaginanya lebih dulu, saya tidak pernah mau mencium vaginanya karena saya perhatikan bau-nya tidak menyenangkan. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Terus terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali ejakulasi. Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Ayu, saya bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya. Kadang-kadang saya merasa jijik melihatnya.

Satu hari, kami sedang asyik-asyiknya menikmati sanggama, dimana kami berdua sedang telanjang bugil dan Ayu sedang berada didalam posisi diatas menunggangi saya. Dia menaruh tiga buah bantal untuk menopang kepala saya sehingga saya bisa mengisap-isap payudaranya sementara dia menggilas kemaluan saya dengan dengan kemaluannya. Pinggulnya naik turun dengan irama yang teratur. Kami rileks saja karena sudah begitu seringnya kami bersanggama. Dan pasangan suami isteri yang tadinya menyewa kamar dikamar sebelah, sudah pindah kerumah kontrakan mereka yang baru.

Saya sudah ejakulasi sekali dan air mani saya sudah bercampur dengan jus dari kemaluannya yang selalu membanjir. Lalu tiba-tiba, pada saat dia mengalami klimaks dan dia mengerang-erang sambil menekan saya dengan pinggulnya, anak perempuannya yang bernama Efi ternyata sedang berdiri dipintu kamar tidur saya dan berkata, “Ibu main kancitan, iya..?” (kancitan = ngentot, bahasa Palembang)

Saya sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat bagaimana tetapi karena sedang dipuncak klimaksnya, Ayu diam saja terlentang diatas tubuh saya. Saya melirik dan melihat Efi datang mendekat ketempat tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur dengan mata melotot.

“Hayo, ibu main kancitan,” katanya lagi.
Lalu pelan-pelan Ayu menggulingkan tubuhnya dan berbaring disamping saya tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Saya mengambil satu bantal dan menutupi perut dan kemaluan saya .
“Efi, Efi. Kamu ngapain sih disini?” kata Ayu lemas.
“Efi pulang sekolah agak pagi dan Efi cari-cari Ibu dirumah, tahunya lagi kancitan sama Bang Johan,” kata Efi tanpa melepaskan matanya dari arah kemaluan saya. Saya merasa sangat malu tetapi juga heran melihat Ayu tenang-tenang saja.


“Efi juga mau kancitan,” kata Efi tiba-tiba.
“E-eh, Efi masih kecil..” kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.
“Efi mau kancitan, kalau nggak nanti Efi bilangin Abah.”
“Jangan Efi, jangan bilangin Abah.., kata Ayu membujuk.
“Efi mau kancitan,” Efi membandel. “Kalo nggak nanti Efi bilangin Abah..”
“Iya udah, diam. Sini, biar Johan ngancitin Efi.” Ayu berkata.

Saya hampir tidak percaya akan apa yang saya dengar. Jantung saya berdegup-degup seperti alu menumbuk. Saya sudah sering melihat Efi bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah seorang anak yang masih begitu kecil. Dari mana dia mengerti tentang “main kancitan” segala?




Ayu mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan tangannya mengelus-ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai berdiri kembali.

“Sini, biar Efi lihat.” Ayu mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya kepada Efi. Efi datang mendekat dan tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.

Tempat tidur saya cukup besar dan Ayu kemudian menyutuh Efi untuk membuka baju sekolahnya dan telentang di tempat tidur didekat saya. Saya duduk dikasur dan melihat tubuh Efi yang masih begitu remaja. Payudaranya masih belum berbentuk, hampir rata tetapi sudah agak membenjol. Putingnya masih belum keluar, malahan sepertinya masuk kedalam.

Ayu kemudian merosot celana dalam Efi dan saya melihat kemaluan Efi yang sangat mulus, seperti kemaluan ibunya. Belum ada bibir luar, hanya garis lurus saja, dan diantara garis lurus itu saya melihat itilnya yang seperti mengintip dari sela-sela garis kemaluannya. Efi merapatkan pahanya dan matanya menatap kearah ibunya seperti menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Saya mengelus-elus bukit venus Efi yang agak menggembung lalu saya coba merenggangkan pahanya. Dengan agak enggan, Efi menurut, dan saya berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Efi.

“Ibu, Efi malu ah..” kata Efi sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.
“Ayo, Efi mau kancitan, ndak?” kata Ayu.
Saya mengendus kemaluan Efi dan baunya sangat tajam.
“Uh, mambu pesing.” Saya berkata dengan agak jijik. Saya juga melihat adanya “keju” yang keputih-putihan diantara celah-celah bibir kemaluan Efi.
“Tunggu sebentar,” kata Ayu yang lalu pergi keluar kamar tidur. Saya menunggu sambil mempermainkan bibir kemaluan Efi dengan jari-jari saya. Efi mulai membuka pahanya makin lebar.

Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil. Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Setelah selesai, saya kembali membongkok untuk mencium kemaluan Efi. Baunya tidak lagi setajam sebelumnya dan saya pun menghirup aroma kemaluan Efi yang hanya berbau amis sedikit saja.

Saya mulai membuka celah-celah kemaluannya dengan menggunakan lidah saya dan Efi-pun merenggangkan pahanya semakin lebar. Saya sekarang bisa melihat bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Bagian samping kemaluan Efi kelihatan sangat lembut ketika saya membuka belahan bibirnya dengan jari-jari saya, kelihatanlah bagian dalamnya yang sangat merah.


Saya isap-isap kemaluannya dan terasa agak asin dan ketika saya mempermainkan kelentitnya dengan ujung lidah saya, Efi menggeliat-geliat sambil mengerang, “Ibu, aduuh geli, ibuu.., geli nian ibuu..”

Saya kemudian bangkit dan mengarahkan kepala penis saya kearah belahan bibir kemaluan Efi dan tanpa melihat kemana masuknya, saya dorong pelan-pelan.

“Aduh, sakit bu..,” Efi hampir menjerit.
“Johan, pelan-pelan masuknya.” Kata Ayu sambil mengelus-elus bukit Efi.
Saya coba lagi mendorong, dan Efi menggigit bibirnya kesakitan.
“Sakit, ibu.”

Ayu bangkit kembali dan berkata,”Johan tunggu sebentar,” lalu dia pergi keluar dari kamar.
Saya tidak tahu kemana Ayu perginya dan sambil menunggu dia kembali sayapun berlutut didepan kemaluan Efi dan sambil memegang batang penis, saya mempermainkan kepalanya di clitoris Efi. Efi memegang kedua tangan saya erat-erat dengan kedua tangannya dan saya mulai lagi mendorong.








Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya sangat sempit. Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Ayu yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk dengan mudah. Tetapi liang vagina Efi yang masih kecil itu terasa sangat ketat. Tiba-tiba Efi mendorong tubuh saya mundur sambil berteriak, “Aduuh..!” Rupanya tanpa saya sadari, saya sudah mendorong lebih dalam lagi dan Efi masih tetap kesakitan.

Sebentar lagi Ayu datang dan dia memegang satu cangkir kecil yang berisi minyak kelapa. Dia mengolesi kepala penis saya dengan minyak itu dan kemudian dia juga melumasi kemaluan Efi. Kemudian dia memegang batang kemaluan saya dan menuntunnya pelan-pelan untuk memasuki liang vagina Efi. Terasa licin memang dan saya-pun bisa masuk sedikit demi sedikit. Efi meremas tangan saya sambil menggigit bibir, apakah karena menahan sakit atau merasakan enak, saya tidak tahu pasti.

Saya melihat Efi menitikkan air mata tetapi saya meneruskan memasukkan batang penis saya pelan-pelan.
“Cabut dulu,” kata Ayu tiba-tiba.

Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Saya bisa melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Ayu kembali melumasi penis saya dan kemaluan Efi dengan minyak kelapa, lalu menuntun penis saya lagi untuk masuk kedalam lobang Efi yang sedang menunggu.

Saya dorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam didalam Efi. Aduh nikmatnya, karena lobang Efi betul-betul sangat hangat dan ketat, dan saya tidak bisa menahannya lalu saya tekan dalam-dalam dan air maniku pun tumpah didalam liang kemaluan Efi. Efi yang masih kecil. Saya juga sebetulnya masih dibawah umur, tetapi pada saat itu kami berdua sedang merasakan bersanggama dengan disaksikan Ayu, ibunya sendiri.


Efi belum tahu bagaimana caranya mengimbangi gerakan bersanggama dengan baik, dan dia diam saja menerima tumpahan air mani saya. Saya juga tidak melihat reaksi dari Efi yang menunjukkan apakah dia menikmatinya atau tidak. Saya merebahkan tubuh saya diatas tubuh Efi yang masih kurus dan kecil itu. Dia diam saja.


Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan diri disamping Efi. Saya merasa sangat terkuras dan lemas. Tetapi rupanya Ayu sudah terangsang lagi setelah melihat saya menyetubuhi anaknya. Diapun menaiki wajah saya dan mendudukinya dan menggilingnya dengan vaginanya yang basah, dan didalam kami di posisi 69 itu diapun mengisap-ngisap penis saya yang sudah mulai lemas sehingga penis saya itu mulai menegang kembali.

Wajah saya begitu dekat dengan anusnya dan saya bisa mencium sedikit bau anus yang baru cebok dan entah kenapa itu membuat saya sangat bergairah. Nafsu kami memang begitu menggebu-gebu, dan saya sedot dan jilat kemaluan Ayu sepuas-puasnya, sementara Efi menonton kami berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Saya sudah mengenal kebiasaan Ayu dimana dia sering kentut kalau betul-betul sedang klimaks berat, dan saat itupun Ayu kentut beberapa kali diatas wajah saya. Saya sempat melihat lobang anusnya ber-getar ketika dia kentut, dan sayapun melepaskan semburan air mani saya yang ketiga kalinya hari itu didalam mulut Ayu. “Alangkah lemaknyoo..!” saya berteriak dalam hati.


“Ugh, ibu kentut,” kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.

Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. Ternyata dia masih belum cukup dewasa untuk mengetahui nikmatnya bersanggama. Dia masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal seperti itu. Tetapi saya dan Ayu terus menikmati indahnya permainan bersanggama sampai dua atau tiga kali seminggu.

Saya masih ingat bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap kali kami selesai bersanggama. Tadinya saya belum mengerti bahwa tubuh saya menuntut banyak gizi untuk menggantikan tenaga saya yang dikuras untuk melayani Ayu...






POKER 757

Agen Bandar66 | Sakong | Capsa Susun | Bandar Poker | BandarQ | AduQ Dengan Win Rate 99% Lebih Dan Menghasilkan Kemenangan Terbanyak

Link Alternatif Poker757:

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi Kami Melalui :

LINE ID : poker757 
PIN BBM : 7BC7F157
WHATSAPP : +855 1164 5829
WECHAT : cspoker757

INSTALL LIVECHAT POKER757:

Hubungi kontak kami :

Minggu, 21 Juli 2019

INISEDAPBOKEP - ♥ POKER757 ♥ GOYANGAN PANTAT MONTOK PEMBANTU IBUKU YANG MANIS


INISEDAPBOKEP - ♥ POKER757 ♥ Umurku yang sudah menginjak kepala tiga saat ini sudah beristri dan mempunyai 3 orang anak aku tinggal di pinggiran kota Jakarta, orangtuaku tinggal di perumahan yang elite tak jauh dari rumahku, bisa dibilang bercukupan sehingga dia bisa mempekerjakan seorang pembantu dirumahnya, lha didalam cerita ini pembantu itu pemeran utama dalam ceritaku. Simak cerita berikut ini.

Bapakku baru dua bulan yang lalu meninggal dunia, jadi sekarang ibuku tinggal sendiri hanya ditemani Anja, pembantunya yang sudah hampir 4 tahun bekerja disitu. Anja berumur 26 tahun, dia masih belum bersuami.


Wajahnya tidak cantik, bahkan giginya agak tonggos sedikit, walaupun tidak bisa disebut jelek juga. Tapi yang menarik dari Anja ini adalah bodynya, seksi sekali. Tinggi kira-kira 164 cm, dengan pinggul yang bulat dan dada berukuran 36. Kulitnya agak cokelat. Sering sekali aku memperhatikan kemolekan tubuh pembantu ibuku ini, sambil membandingkannya dengan tubuh isteriku yang sudah agak mekar.

Hari itu, karena kurang enak badan, aku pulang dari kantor jam 10.00 WIB, sampai di rumah, kudapati rumahku kosong. Rupanya isteriku pergi, sedang anak-anakku pasti sedang sekolah semua. Akupun mencoba ke rumah ibuku, yang hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari rumahku.

Biasanya kalau tidak ada di rumah, isteriku sering main ke rumah ibuku, entah untuk sekedar ngobrol dengan ibuku atau membantu beliau kalau sedang sibuk apa saja.


Sampai di rumah ibuku, ternyata disanapun kosong, cuma ada Anja, sedang memasak.

Kutanya Anja, “En, Bu Dewi (nama isteriku) kesini nggak?”

“Iya Pak, tadi kesini, tapi terus sama temannya” jawab Anja.

“Terus Ibu sepuh (Ibuku) kemana?” Tanyaku lagi.

“Tadi dijemput Bu Ina (Adikku) diajak ke sekolah Yogi (keponakanku)”

“Oooh” sahutku pendek.

“Masak apa En? tanyaku sambil mendekat ke dapur, dan seperti biasa, mataku langsung melihat tonjolan pinggul dan pantatnya juga dadanya yang aduhai itu.


“Ini Pak, sayur sop”

Rupanya dia ngerasa juga kalau aku sedang memperhatikan pantat dan dadanya.

“Pak Irwan ngeliatin apa sih” Tanya Anja.

Karena selama ini aku sering juga bercanda sama dia, akupun menjawab,

“Ngeliatin pantat kamu En. Kok bisa seksi begitu sih En?”

“Iiih Bapak, kan Ibu Dewi juga pantatnya gede”

“Iya sih, tapi kan lain sama pantat kamu En”

“Lain gimana sih Pak?” tanya Anja, sambil matanya melirik kearahku.


Aku yakin, saat itu memang Anja sedang memancingku untuk kearah yang lebih hot lagi.

Merasa mendapat angin, akupun menjawab lagi, “Iya, kalo Bu Dewi kan cuma menang gede, tapi tepos”

“Terus, kalo saya gimana Pak?” Tanyanya sambil melirik genit.

Kurang ajar, pikirku. Lirikannya langsung membuat tititku berdiri.

Langsung aku berjalan kearahnya, berdiri di belakang Anja yang masih mengaduk ramuan sop itu di kompor.

“Kalo kamu kan, pinggulnya gede, bulat dan kayaknya masih kencang”, jawabku sambil tanganku meraba pinggulnya.



“Idih Bapak, emangnya saya motor bisa kencang” sahut Anja, tapi tidak menolak saat tanganku meraba pinggulnya.

Mendengar itu, akupun yakin bahwa Anja memang minta aku ‘apa-apain’.

Akupun maju sehingga tititku yang sudah berdiri dari tadi itu menempel di pantatnya.

Adduuhh, rasanya enak sekali karena Anja memakai rok berwarna abu-abu (seperti rok anak SMU) yang terbuat dari bahan cukup tipis. Terasa sekali tititku yang keras itu menempel di belahan pantat Anja yang, seperti kuduga, memang padat dan kencang.


“Apaan nih Pak, kok keras? tanya Anja genit.

“Ini namanya sonny En, sodokan nikmat” sahutku.

Saat itu, rupanya sop yang dimasak sudah matang. Anjapun mematikan kompor, dan dia bersandar ke dadaku, sehingga pantatnya terasa menekan tititku.

Aku tidak tahan lagi mendapat sambutan seperti ini, langsung tanganku ke depan, ku remas kedua buah dadanya. Alamaak, tanganku bertemu dengan dua bukit yang kenyal dan terasa hangat dibalik kaos dan branya.

Saat kuremas, Anja sedikit menggelinjang dan mendesah, “Aaahh, Pak” sambil kepalanya ditolehkan kebelakang sehingga bibir kami dekat sekali. Kulihat matanya terpejam menikmati remasanku. Kukecup bibirnya (walaupun agak terganggu oleh giginya yang sedikit tonggos itu), dia membalas kecupanku.

Tak lama kemudian, kami saling berpagutan, lidah kami saling belit dalam gelora nafsu kami. TItitku yang tegang kutekantekankan ke pantatnya, menimbulkan sensasi luar biasa untukku (kuyakin juga untuk Anja).

Sekitar lima menit, keturunkan tangan kiriku ke arah pahanya. Tanpa banyak kesukaran akupun menyentuh CDnya yang ternyata telah sedikit lembab di bagian memeknya.


Kusentuh memeknya dengan lembut dari balik CDnya, dia mengeluh kenikmatan, “Ssshh, aahh,

Pak Irwan, paak.. jangan di dapur dong Pak”

Dan akupun menarik tangan Anja, kuajak ke kamarnya, di bagian belakang rumah ibuku.

Sesampai di kamarnya, Anja langsung memelukku dengan penuh nafsu, “Pak, Anja sudah lama lho pengen ngerasain punya Bapak”

“Kok nggak bilang dari dulu En?” tanyaku sambil membuka kaos dan roknya.

Dan.. akupun terpana melihat pemandangan menggairahkan di tubuh pembantu ibuku ini.

Kulitnya memang tidak putih, tapi mulus sekali. Buah dadanya besar tapi proporsional dengan tubuhnya. Sementara pinggang kecil dan pinggul besar ditambah bongkahan pantatnya bulat dan padat sekali. Rupanya Anja tidak mau membuang waktu, diapun segera membuka kancing bajuku satu persatu, melepaskan bajuku dan segera melepaskan celana panjangku.

Sekarang kami berdua hanya mengenakan pakaian dalam saja, dia bra dan CD, sedangkan aku hanya CD saja. Kami berpelukan, dan kembali lidah kami berpagut dalam gairah yang lebih besar lagi.









Kurasakan kehangatan kulit tubuh Anja meresap ke kulit tubuhku. Kemudian lidahku turun ke lehernya, kugigit kecil lehernya, dia menggelinjang sambil mengeluarkan desahan yang semakin menambah gairahku, “Aahh, Bapak”.

Tanganku melepas kait branya, dan bebaslah kedua buah dada yang indah itu. Langsung kuciumi, kedua bukit kenyal itu bergantian. Kemudian kujilati pentil Anja yang berwarna coklat, terasa padat dan kenyal (Beda sekali dengan buah dada isteriku), lalu kugigit-gigit kecil pentilnya dan lidahku membuat gerakan memutar disekitar pentilnya yang langsung mengeras.

Kurebahkan Anja ditempat tidurnya, dan kulepaskan CDnya. Kembali aku tertegun melihat keindahan kemaluan Anja yang dimataku saat itu, sangat indah dan menggairahkan. Bulunya tidak terlalu banyak, tersusun rapi dan yang paling mencolok adalah kemontokan vagina Anja.

Kedua belah bibir vaginanya sangat tebal, sehingga klitorisnya agak tertutup oleh daging bibir tersebut. Warnanya kemerahan.

“Pak, jangan diliatin aja dong, Anja kan malu” Kata Anja.

Aku sudah tidak mempunyai daya untuk bicara lagi, melainkan kutundukkan kepalaku dan bibirkupun menyentuh vagina Anja yang walaupun kakinya dibuka lebar, tapi tetap terlihat rapat, karena ketebalan bibir vaginanya itu. Anja menggelinjang, menikmati sentuhan bibirku di klitnya...





POKER 757

Agen Bandar66 | Sakong | Capsa Susun | Bandar Poker | BandarQ | AduQ Dengan Win Rate 99% Lebih Dan Menghasilkan Kemenangan Terbanyak

Link Alternatif Poker757:

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi Kami Melalui :

LINE ID : poker757 
PIN BBM : 7BC7F157
WHATSAPP : +855 1164 5829
WECHAT : cspoker757

INSTALL LIVECHAT POKER757:

Hubungi kontak kami :